BERANGKAT DARI SEBUAH KETERPURUKAN

•April 4, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Perjalanan selama 25 tahun.

Siapa yang tidak kenal dengan SMA Dwija Praja Pekalongan ? Bagi warga Pekalongan dan sekitarnya tentu tidak asing dengan sekolah yang berlokasi di jalan Sriwijaya no. 7 Kota Pekalongan ini. Sekolah yang berdiri pada tahun 1981 ini syarat menyimpan misteri yang layak untuk kita gali keberadaanya. Awal berdirinya sampai sekitar 25 tahun perjalannya selau menjadi pilihan kedua setelah siswa lulusan SMP tidak diterima di sekolah negeri. Perputaraan planet mengelilingi matahari tidak selamanya berjalan sesuai teori, demikian halnya dengan keberadaan SMA Dwija Praja Pekalongan. Terlena dengan sebuah sebutan SMA Nasional terbesar di Pekalongan, menjadikan pengelola lupa untuk memikirkan inovasi yang harus dilakukan agar sekolah tetap eksis dalam perjalananya. Akhirnya setelah berjalan sekitar 25 tahun jumlah siswa menjadi menurun, dan terus menurun sampai akhirnya pada kondisi yang sangat memprihatinkan. Betapa tidak, jumlah rombongan belajar yang pada awalnya 23 kelas, menjadi 18 kelas, 16 kelas, 12 kelas, 6 kelas, dan sekarang tinggal 4 kelas degan posisi kelas X hanya 1 kelas. Sungguh sangat memprihatinkan. Apa yang menyebabkan menurunnya siswa ? tentu banyak faktor yang mempengaruhi, beberapa diantaranya adalah jumlah siswa yang lulus di ujian nasional, pelayanan siswa yang bersifat monoton dan tidak maksimal dan terakhir adanya kebijakan pemerintah tentang rasio SMA : SMK = 3 : 7. Belum lagi dengan gencarnya iklan di media elektronik tentang anjuran kepada lulusan SMP untuk masuk ke sekolah kejuruan, masih ditambah dengan berdirinya SMK baru di setiap daerah. Lahir dengan manajemen baru Meskipun terlambat untuk melakukan suatu perubahan, toh itu lebih baik dibandingkan bila tidak sama sekali. Di awal tahun pelajaran 2010/2011 pengelola sekolah bersama dengan stakeholder yang berada di dalamnya memikirkan langkah apa yang harus dilakukan untuk bisa mempertahakan keberadaan sekolah. Hanya ada dua pilihan tentu saja “Hidup atau Mati”. Hidup berarti kita harus melakukan evaluasi, melakukan perubahan manajemen, inovasi, sekaligus perubahan sistem pembelajaran. Berdasarkan analisis terhadap segala informasi penting, mengenai gambaran umum, potensi yang dimiliki sekolah serta informasi dari unsur-unsur penting sekolah, seperti Pemerintah Kota Pekalongan c.q. Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, yayasan Dwija Praja, Komite sekolah, guru dan pegawai tata usaha, menyangkut harapan-harapan, kebutuhan, dan tingkat ketergantungan sekolah, disepakatilah sebuah sekolah dengan manajemen baru berbasis multimedia. Keputusan ini tentu bukan tidak beralasan, karena memang bidang IT lah yang paling menonjol dimiliki di SMA Dwija Praja Pekalongan. Hal ini terbukti dengan beberapa kali kejuaraan yang pernah diraih sekolah ini baik di tingkat propinsi maupun di tingkat nasional. Bahkan penghargaan bergengsi dan tertinggi yang diperoleh sekolah di bidang IT adalah sebagai “The Best of Learning material” yang dberikan oleh Pusat Teknologi dan komunikasi Depdiknas pada tahun 2007 dalam ajang e-learning Award. Tantangan dan hambatan Keputusan sekolah berbasis multimedia tentu tidak lepas dari tantangan dan hambatan yang harus dihadapi oleh sekolah yang notabene dalam kondisi yang sangat minus dari segala lini. Namun keputusan ini tetap harus dilakukan, seperti yang dikatakan kepala dinas pendidikan kota Pekalongan dalam pengarahannya dengan dewan guru yaitu “melakukan perubahan adalah suatu kewajiban”. Kalimat beliau inilah yang akhirnya menjadi motivasi sekolah untuk tetap melakukan sebuah perubahan mendasar. Tantangan dan hambatan apapun akan bisa kita hadapi sepanjang tujuan kita ikhlas dan dilakukan dengan komitmen yang tinggi secara bersama-sama. Adapun tantangan dan hambatan yang harus kita hadapi antara lain adalah : 1. Pandangan masyarakat tentang image (nama baik) sekolah 2. Bardirinya banyak SMK baru 3. Promosi besaran-besaran yang dilakukan oleh pemerintah baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat yang menganjurkan lulusan SMP untuk masuk Sekolah kejuruan. 4. Kondisi anggaran sekolah yang jelas-jelas tidak bisa dijadikan sebagai satu-satunya sumber untuk melaksanakan program sekolah berbasis multimedia. 5. Membuat kurikulum baru khusus untuk program keunggulan multimedia. Visi Sekolah Berdasarkan analisis terhadap segala informasi penting tentang sumber daya yang dimiliki sekolah, prestasi yang pernah diraih sekolah, dan harapan yang diinginkan sekolah, maka disepakati Visi Sekolah sebagai berikut : “ Unggul di bidang Seni dan Teknologi Informatika” Misi Sekolah Berdasarkan Visi sekolah tersebut di atas, Misi yang ingin dicapai SMA Dwija Praja berbasis Multimedia Kota Pekalongan adalah : 1. Menyelenggarakan pendidikan berbasis komputer multimedia 2. Mewujudkan Sekolah yang berkesinambungan 3. Meningkatkan Profesionalisme Sumber Daya Manusia (SDM) 4. Memberikan bekal keterampilan yang lebih di bidang multimedia pada lulusan 5. Memanfaatkan Komputer sebagai sumber belajar yang tidak tidak dibatasi oleh ruang dan waktu Untuk menjalankan misi tersebut, SMA Dwija Praja Kota Pekalongan harus mengemban dua misi yang saling berhadapan, yaitu peran sebagai institusi bisnis yang harus mencari keuntungan untuk memenuhi pendapatan asli daerah dengan fungsi sosial yang harus dijalankan sekolah dan peran sebagai institusi pendidikan untuk memberikan pendidkan akhlak mulia dan ilmu pengetahuan dan etknologi sekaligus memberikan bekal pada peserta didik untuk memiliki keterampilan komputer berbasis multimedia. Untuk itu diperlukan sinergi yang baik dalam menjalankan kedua peran tersebut. Tujuan Sekolah Berdasarkan visi dan misi sekolah di atas, maka tujuan yang hendak dicapai adalah sebagai sekolah adalah sebagai berikut. 1. Terlaksananya proses Kegiatan Belajar Mengajar secara efektif dan efisien berbasis computer multimedia sehingga diperoleh hasil (out put) yang sangat memuaskan. 2. Tersedianya sarana dan prasarana Kegiatan Belajar Mengajar berbasis computer multimedia sehingga memiliki daya dukung yang optimal terhadap terlaksananya kegiatan belajar mengajar yang efektif dan efisien. 3. Tersedianya tenaga pendidik dan kependidikan yang memenuhi standar yang ditetapkan, sebagai pendukung terciptanya Kegiatan Belajar Mengajar yang efektif, efisien, dan hasil yang optimal. 4. Terlaksananya Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) dari masing-masing komponen sekolah (kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, karyawan, dan siswa). 5. Terlaksananya tata tertib dan segala ketentuan yang mengatur operasional sekolah, baik untu guru, para pegawai maupun siswa. 6. Terwujudnya sumber daya manusia (SDM) bagi guru, karyawan, dan siswa yang mampu memanfaatkan fungsi teknologi informatika. 7. Terwujudnya nilai tambah di bidang seni dan Teknologi Informasi dan Komuniksi dengan yang mampu memenangkan kompetisi di tingkat daerah maupun nasional. Lima hari Sekolah Menindaklanjuti ide Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga kota Pekalongan agar sekolah berani melakukan inovasi kegiatan belajar selama lima hari, disambut baik oleh SMA Dwija Praja dengan menindaklanjuti dalam bentuk program sekolah. Dengan tidak mengesampingkan struktur kurikulum yang berlaku, maka diputuskan untuk lima hari sekolah dengan satu hari sebagai hari komputer (computer day) Computer Day (Hari Komputer) dan Materi Multimedia Berdasarkan Program Sekolah tahun pelajaran 2010/2011, maka setiap hari sabtu sekolah memberlakukan sebagai “computer day”. Adapun Materi Komputer multimedia yang diprogramkan dari kelas X sampai kelas XII adalah sebagai berikut : 1. Animasi 2 D dengan macomedia Flash MX kelasX s.d kelas XII 2. animasi 3D dengan blender / sketchup ( opensource ) kelas X s.d kelas XII 3. Photo Edting dengan GIMP (opensource) kelas X 4. Video editing pitivi (opensource) Kelas XI 5. Digital Recording dengan audacity (opensource) dengan kelas X 6. Membuat media tutorial dengan Camstudio (opensource) kelas X dan XI 7. Desain grafis dengan inkscape (opensource) kelas X, dan XI 8. Animasi carton dengan software gratisan 9. Merakit PC kelas XI 10. Teknik komputer dan jaringan kelas XI dan XII Perjalanan Setelah 1 semester SMA berbasis Multimedia Terkendala dengan image masyarakat terhadap sekolah meskipun memiliki program yang baik berakibat pada jumlah pendaftar yang masuk di SMA Dwija Praja yang belum signifikan, seperti munculnya berbagai persoalan yang terjadi seperti keinginan siswa tetapi orang tua tidak mengijinkan dan sebagainya. Dari pengalaman tersebut, maka salah satu cara yang harus dilakukan oleh sekolah berikutnya adalah membuktikan lebih dahulu kepada masyarakat tentang program sekolah ini dengan sebuah karya nyata yang dihasilkan oleh siswa. Oleh karena itu selama satu semester, dengan segala kemampuan yang ada di sekolah, dan dengan segala pengetahuan yang dimiliki oleh guru, sekolah memberikan warna baru dengan suasana belajar yang menyenangkan, dengan ruang ber AC, dan perangkat multimedia sesuai kemampuan sekolah serta fasilitas 1 laptop satu siswa yang dibawa pulang selama menjadi siswa SMA Dwija Praja, diharapkan nilai tambah bagi siswa di bidang pengetahuan keterampilan bisa terwujud. Hasilnya tentu tidak sia-sia. Dalam rangka gelar inovasi SMA yang diadakan oleh propinsi jawa tengah, SMA Dwija Praja dapat berperan serta berdampingan dengan sekolah-sekolah favorit baik RSBI maupun SSN memamerkan karya siswa di bidang multimedia sekaligus unjuk gigi untuk mendemonstrasikan pembuatan animasi 3 Dimensi dengan program Blender. Karena SMA bukan SMK, maka prioritas pembelajaran tentu saja berorientasi pada mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi dimana hasil keberhasilan akhir akan ditentukan oleh nilai ujian nasional. Untuk itu Program multimedia diusahakan dapat mendukung dari segala lini, seperti pemanfaatan internet dalam memberikan pelatihan kepada siswa, tugas siswa, dan media pembelajaran siswa. Blog Siswa Pada awal semester kedua, semua siswa diharapkan sudah mulai memiliki Blog pribadi yang diharapkan dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran yang interaktif antara guru, siswa dan sekolah. Pertanyaan seputar kesulitan belajar, keluhan terhadap pelayanan proses pembelajaran dapat dilakukan melalui blog siswa. Blog siswa juga dapat dimanfaatkan sebagai portofolio siswa, sehingga proses pembelajaran yang berlangsung dari waktu ke waktu dapat terpantau dengan tertib. Blog juga sebagai ajang pelatihan siswa untuk menulis, membaca, dan mengapresiasikan karya yang dimiliki selama belajar. Untuk beberapa blog siswa yang sudah jadi untuk sementara dapat dilihat melalui alamat http://www.teguhsasmitosdp1.wordpress.com. Foto-foto terlampir. Hasil karya Siswa Berikut ini adalah beberapa hasil karya siswa X selama 1 semester A. Hasil karya berbasis Flash (membuat peta digital) Hasil karya ini telah dipamerkan pada ajang gelar inovasi SMA Jawa Tengah bertempat di museum rongo warsito Semarang. Untuk mellihat hasil dapat dilihat melalui alamat blog : http://www.teguhsasmitosdp1.wordpress.com B. Hasil karya animasi 3D Blender Beberapa contoh cuplikan hasil karya animasi 3D dengan menggunakan program opensource Blender blender dapat dilihat melalui youtube dengan alamat : http://www.youtube.com/watch?v=Q1BK3D7wBuM Migrasi ke Linux Melihat realita yang ada di masyarakat, di kantor, dan di beberapa perusahaan swasta masih menggunakan under windows, maka untuk beberapa materi di kelas X, sekolah masih menggunakan program tersebut khususnya untuk mata pelajaran TIK, seperti word, excel, powerpoint, photoshop, coreldraw, dan macromedia flash. Namun mulai kelas XI semua program harus migrasi ke Linux, hal ini dilakukan karena sekolah mengharapkan agar siswa untuk membiasakan diri menggunakan program legal. Siswa diharapkan untuk bisa menghargai hak intelektual sebuah karya, sehingga kelak setelah lulus bisa menjadi pioneer untuk memulai dengan program-program legal atau gratis di segala lini, baik di kantor, perusahaan swasta, sekolah, maupun mendirikan wirausaha sendiri. Mencari Donasi Dalam perjalanan mencapai suatu tujuan, tentu tidak lepas dari uluran tangan pihak lain, Seperti halnya keberadaan program multimedia yang saat ini sudah berjalan. Untuk itu sekolah menyampaikan terima kasih kepada orang tua siswa yang sudah memasukkan putra/putrinya di SMA Dwija Praja, Yayasan Dwija Praja yang telah memberikan kebebasan kepada sekolah untuk berbuat yang terbaik demi kelangsungan sekolah, Komite sekolah yang telah memberikan bantuan baik moril maupun material, juga kepada seluruh stakeholder yang telah berkomitmen untuk bersama-sama memajukan sekolah, juga kepada pemerhati pendidikan yang peduli terhadap keberadaan SMA Dwija Praja Pekalongan. Oleh karena itu, tanpa mengurangi rasa hormat kepada siapapun yang ingin berbagi pengalaman, informasi, atau bantuan apapun baik materiil maupun spirituil demi suksesnya program di SMA Dwija Praja Pekalongan khususnya dan pendidikan di Indonesia pada umumnya, akan kami terima dengan senang hati. Sebagai informasi saat ini sekolah masih sangat membutuhkan tiga buah LCD proyektor, 3 buah perangkat computer, sebuah PC untuk rendering, dan 3 buah mouspen untuk meberikan fasilitas kelas XI dan XII agar sekolah dapat memberikan pelayanan yang lebih baik sesuai dengan visi sekolah berbasis multimedia.

” Sampai nanti ”

•Februari 18, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Ku ingin kau berada di sisi ku

Di samping ku seutuhnya

Jangan pernah kau campakan aku

Rasa sakit bila di campakan oleh mu

Bila kau tau isi hati ku

Betapa dalamnya hati ku mencintai mu

Kau telah memberi makna arti dalam hidup ku

Kan ku simpan rasa ini untuk selamanya

Dalam mimpi ku terbayang wajahmu

Aku rindu ,’ Rindu padamu

Takkan ku usaikan rindu ini dalam mimpi ku

Ku ingin kau tau ku merindukan mu

Ku mohon kau jangan pergi dari ku

Pergi tinggalkan ku disini tanpa mu terasa sepi

Ku ingin mencintai ,’ membahagiakan mu setulus hati ku

untuk mu sampai nanti , sampai aku mati .

” Hallo SMA Dwija Praja Multimedia Lovers ”

•Januari 28, 2011 • 1 Komentar

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!